Senin, 21 September 2015

Berita Bola Rotasi dan Eksperimen a la Luis Enrique

Berita Bola Rotasi dan Eksperimen a la Luis Enrique

sumber berita Rotasi dan Eksperimen a la Luis Enrique : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/4a075f8b/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C210C160A10A60C30A246650C1480A0Crotasi0Edan0Eeksperimen0Ea0Ela0Eluis0Eenrique/story01.htm
Menjamu Levante, Barcelona termotivasi meneruskan tren positif mereka di Liga Spanyol yang selalu mendapatkan poin penuh. Tentu, kemenangan akan menjadi poin berharga mengingat rival-rival lainnya pun mengantongi kemenangan di hari sebelumnya.

Luis Enrique, bagaimanapun, sangat mengetahui kapasitas skuatnya. Ia juga menyadari jadwal tengah pekan nanti yang akan bertandang ke Balaidos, kandang Celta Vigo, perlu diantisipasi secukupnya. Maka ia mulai mengistirahatkan beberapa pemain pilarnya.

Marc Bartra dan Javier Mascherano menjadi duet bek tengah diapit Dani Alves yang sudah pulih dan Adriano Correia di sisi kanan dan kiri. Sedangkan di lini tengah, Ivan Rakitic berpasangan dengan Sergio Busquets menjaga kedalaman. Namun yang lebih mengejutkan, Luis Enrique memasang Lionel Messi sebagai pemain tengah yang nantinya akan bergerak di belakang penyerang muda mereka, Sandro Ramirez. Sedangkan sisi kanan dan kiri ditempati Munir El Haddadi dan Neymar.



Dari tim lawan, sang pelatih Levante, Lucas Alcaraz memasang lima bek sekaligus untuk meminimalisir gol yang akan terjadi ke gawang mereka. Sang pelatih tahu bermain terbuka di Camp Nou akan membawa kesebelasannya berjumpa dengan malapetaka.

Sedangkan tiga gelandangnya dipasang sejajar dan lebih mengandalkan dua penyerang mereka, Nabil Ghilas dan Roger Marti, untuk menyelesaikan peluang. Strategi 5-3-2 a la Alcaraz ini setidaknya berjalan dengan sempurna sampai babak pertama yang berakhir dengan skor 0-0.

Sedangkan 45 menit setelahnya, pertahanan Levante mulai hilang fokus dan harus rela diberondong empat gol lewat Marc Bartra, Neymar, dan sang superstar Lionel Messi yang mengemas dua gol. Gol balasan Levante hanya dicetak Victor Casadesus yang masuk sebagai penyerang pengganti di babak kedua.



[Kompaksi Levante babak pertama]

Formasi kejutan a la Luis Enrique

Sebetulnya jarang sekali Barcelona menerapkan formasi 4-2-3-1 sedari awal pertandingan dengan menggunakan double pivot. Kecuali di tengah pertandingan atau menjelang pertandingan usai, Luis Enrique hampir tidak pernah menggunakan formasi ini sejak menit pertama.

Di atas kertas, empat penyerang yang diturunkan Luis Enrique sedari awal sebetulnya mengakomodir Lionel Messi. Tiga penyerang sisanya, yaitu Sandro, Munir dan Neymar bergerak di posisinya masing-masing. Sergio dan Rakitic juga terlihat bermain berdampingan sebagai poros ganda.



[Overall Position Kedua Kesbelasan]

Messi yang bergerak di antara barikade pemain tengah dan pemain belakang Levante berusaha merusak kompaksi bertahan lawan dengan melakukan dribbling-dribbling membahayakan yang menurut statistik mencapai hingga delapan kali. Seperti biasa, jumlah dribble Messi tersebut lebih banyak dari yang dilakukan seluruh skuat Levante yang hanya mencatatkan tujuh kali saja.

Rekan-rekan Messi pun mengakomodir kemampuan sang kapten malam itu dengan mengalirkan bola-bola yang nyaman baginya. Messi juga memperlihatkan daya jelajah yang tinggi. Ia sering menjemput bola langsung dari para pemain bertahan untuk menginisiasi serangan dari lini tengah.



Dampaknya tidak main-main. Messi mengkreasi gol pertama Barca yang mereka tunggu sedari babak pertama lewat umpan-umpan diagonal yang tajam. Marc Bartra yang melakukan overlap dari lini pertahanan sendiri mampu mengonversi umpan Messi tersebut menjadi gol.

Kerjasama Messi dan Bartra tidak terhenti sampai di situ saja. Gol kedua Messi juga hasil pergerakan apik Bratra yang menerobos lini tengah Levante kemudian mengirimkan operan kepada Messi. Meski Messi mampu cetak satu assist dan dua gol kali ini, namun menurut kami, pemain terbaik malam itu adalah Marc Bartra.

Marc Bartra yang Bersinar

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, kolaborasi Marc Bartra dan Lionel Messi ini menghasilkan tiga gol kemenangan untuk Barcelona. Uniknya kolaborasi ciamik ini bukan antara pemain depan melainkan pemain bertahan (Bartra) dengan pemain depan yang berposisi sebagai playmaker (Messi) malam itu.

Penampilan Bartra tersebut sudah sepatutnya mendapat pujian karena ia bukanlah pilihan utama Luis Enrique untuk mengawal lini pertahanan Barcelona. Bartra lebih sering mendekam di bangku cadangan ketimbang bermain di lapangan.



Meski begitu, penampilan Marc Batra begitu prima dan berperan banyak dalam fase bertahan dan menyerang. Sapuan (clearance) suksesnya di kotak penalti juga mencapai angaka empat yang sukses dan tak jarang melakukan tekel serta intersep di area Levante. Ini menandakan Barcelona menaikkan garis pertahanan mereka begitu tinggi dan memaksa dua pemain bertahan mereka juga untuk naik dan menghalau serangan Levante sedini mungkin.

Pergerakan Bartra sebelum mencetak gol dan memberi assist juga patut dicermati karena saat mencetak gol itu ia bergerak di belakang pemain bertahan Levante. Kemunculannya yang tak terduga itulah yang membuatnya tak terkawal oleh siapapun. Para pemain Levante kala itu hanya fokus kepada Sandro Ramirez yang bersiap untuk duel udara untuk menyambut umpan diagonal Messi.

Sebelum memberikan assist untuk Messi, Bartra juga terlihat menerobos sisi kanan dengan berupaya mengintersep pergerakan gelandang kiri Levante. Dari situlah ia kemudian memberikan umpan yang menerobos dua garis pertahanan Levante. Lionel Messi sendiri bergerak dari tengah mendekati bola untuk mengalihkan perhatian lawan sebelum akhirnya melakukan cutting inside ke kotak penalti. Gol yang sebetulnya sudah menjadi trademark seorang Lionel Messi.



Kesimpulan

Levante sebetulnya bukan tanpa perlawanan. Sepanjang babak pertama, mereka mampu mengejawantahkan perintah dari sang pelatih, Lucas Alcaraz. Mereka juga sempat memperkecil keadaan memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti tuan rumah karena kesalahan antisipasi dari kiper Barca, Marc Andre Ter Stegen.

Sedangkan kubu tuan rumah, akhirnya mampu bermain dengan variasi formasi dan strategi yang berbeda dari biasanya. Dalam konferensi persnya pasca pertandingan, Luis Enrique bicara tentang perubahan ini sebagai antisipasi karena taktiknya yang lazim sudah terbaca oleh lawan. Juga sekaligus sebuah praktik proses tambal sulam lini tengah yang stoknya sedang minim karena badai cedera.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

Nuhun for visit Rotasi dan Eksperimen a la Luis Enrique

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar