Rabu, 23 September 2015

Berita Bola Cara Bayern Membalikkan Keadaan dalam 10 Menit di Babak II

Berita Bola Cara Bayern Membalikkan Keadaan dalam 10 Menit di Babak II

sumber berita Cara Bayern Membalikkan Keadaan dalam 10 Menit di Babak II : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/4a17ef16/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C230C1633570C30A268930C1480A0Ccara0Ebayern0Emembalikkan0Ekeadaan0Edalam0E10A0Emenit0Edi0Ebabak0Eii/story01.htm
Bayern Munich tampil luar biasa dengan mengalahkan Wolfsburg 5-1 di stadion Allianz Arena. Tertinggal 0-1 di babak pertama, mereka membalikkan keadaan dan mencetak lima gol dalam selang waktu hanya sembilan menit.

Robert Lewandowski berhasil menarik perhatian sedemikian rupa karena kelima gol cepat Bayern itu dicetak oleh penyerang internasional Polandia itu.

Bayern tampil dengan skuat terbaiknya kecuali Arjen Robben yang sedang cedera. Pep Guardiola memilih untuk menempatkan Thomas Mueller sebagai penyerang di depan. Dengan formasi 4-3-3, Muller didampingi oleh Mario Gotze dan Douglas Costa sebagai penyerang sayap kanan dan kiri.

Bayern tetap mengandalkan Xabi Alonso sebagai pengatur serangan di lini tengah. Ia menjadi pemain yang bertugas mengalirkan bola dari belakang menuju lini penyerangan. Sedangkan Arturo Vidal dan Thiago bertugas untuk membuka opsi aliran bola Alonso di tengah.

Di pihak Wolfsburg, salah satu pemain andalan mereka, Andre Schuerlle, memulai pertandingan dari bangku cadangan. Pelatih Dieter Hecking menempatkan Max Kruse dan Bas Dost sebagai duet penyerang di depan. Sedangkan posisi sayap kanan dan kiri ditempati oleh Julian Draxler dan Daniel Caligiuri.



[Susunan pemain kedua kesebelasan. Bayern Munich (merah) & Wolfsburg (putih). Sumber: sharemytactics.com]

Kebuntuan Bayern Munich di Babak Pertama

Meski berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor telak, Bayern harus mengalami kesulitan terlebih dahulu di babak pertama. Mereka bahkan hampir tidak bisa mengembangkan permainan dan harus mengakhiri paruh pertama babak dengan kondisi tertinggal 0-1.

Hal ini terjadi akibat permainan Wolfsburg yang mengunci peran Xabi Alonso. Pada saat bertahan, Wolfsburg bermain lebih menunggu dengan membentuk barisan pertahanan rapat di area pertahanan mereka. Keempat pemain tengah mereka berdiri rapat dengan barisan pertahanan sehingga tidak menciptakan ruang di antara kedua lini tersebut.

Sementara itu, Kruse dan Dost akan terus mengawasi pergerakan Alonso, sehingga gelandang Spanyol itu hampir selalu dalam keadaan terkepung oleh kedua penyerang Wolfsburg tersebut. Akibatnya, Alonso tidak bisa leluasa mengatur serangan Bayern.


[Xabi Alonso yang selalu dalam kondisi terkepung oleh dua penyerang Wolfsburg]

Kehadiran Vidal dan Thiago yang sedikit turun untuk menjemput bola pun tidak mampu membuat aliran bola Bayern menjadi lebih baik. Sebab, Wolfsburg juga menempatkan dua gelandangnya di tengah, Guilavodi dan Luis Gustavo, yang berfungsi untuk menutup pergerakan dua pemain Bayern ini.

Satu-satunya jalan bagi Bayern untuk masuk ke area pertahanan Wolfsburg adalah melalui sisi sayap. Pada area ini mereka memiliki dua penyerang sayap yang selalu mendapatkan bantuan dari dua full-back yang sangat aktif menyerang.
Hanya saja, serangan dari sisi sayap ini pun tetap sulit untuk membuat Bayern menciptakan peluang. Pasalnya, ketika mereka mulai memasukkan bola kepada Mueller di tengah, barisan pertahanan Wolsburg sudah berdiri rapat untuk memutus serangan tuan rumah.

Selain itu, pola ini juga berhasil membuat Bayern mengarahkan bola ke sayap, sehingga kedua full-back-nya aktif menyerang. Agaknya, situasi semacam ini sengaja diciptakan Wolfsburg. Mereka mengincar serangan balik yang diarahkan kepada kedua sayap mereka, Draxler dan Caligiuri. Aktifnya kedua full-back Bayern dalam menyerang tentu saja membuat kedua pemain sayap Wolfsburg ini menjadi sangat leluasa. Dan satu gol Wolfsburg yang tercipta pada babak pertama pun melalui proses kerja sama antara kedua pemain sayap Wolfsburg yang bebas tak terkawal.

Comeback Fantastis Bayern Munich

Tidak mau dipermalukan di depan suporternya, Bayern langsung melakukan perubahan di babak kedua. Mereka memasukkan Javi Martinez menggantikan Bernat, dan Robert Lewandowski menggantikan Thiago. Dengan masuknya kedua pemain ini, David Alaba digeser ke posisi full-back kiri sedangkan Martinez mengisi posisi bek tengah. Sementara itu, hadirnya Lewandowski membuat Mueller sedikit turun sebagai gelandang serang dan Bayern memainkan formasi 4-2-3-1.


[Perubahan formasi Bayern Munich pada babak kedua. Sumber: sharemytactics.com]

Perubahan formasi ini ternyata sangat efektif. Tidak tanggung-tanggung, Bayern bisa membalikkan keadaan dengan mencetak lima gol dalam sembilan menit. Tidak seperti babak pertama di mana mereka tidak bisa mengalirkan bola, pada babak kedua aliran bola Bayern benar-benar berjalan lancar.

Hal pertama yang membuat aliran bola Bayern berubah pada babak kedua adalah faktor Javi Martinez di barisan pertahanan Bayern. Dalam kondisi ini Bayern memindahkan peran pengatur serangan dari Alonso ke Martinez. Dan tentu saja, sulit bagi dua penyerang Wolfsburg untuk melakukan tekanan yang sama kepada Martinez di belakang, seperti yang mereka lakukan pada Alonso di babak pertama.

Kemudian, Alonso dan Vidal yang kini berduet di lini tengah, memberikan ancaman tersendiri bagi kedua gelandang Wolfsburg. Kedua pemain Bayern itu tentu saja tidak bisa dibiarkan bergerak bebas di lini tengah. Maka, kedua gelandang Wolfburg harus memindahkan konsentrasi mereka kepada dua gelandang Bayern.

Kondisi ini membuat kedua gelandang Wolfsburg harus berdiri sedikit ke depan agar bisa menekan kedua gelandang Bayern. Akibatnya, terciptalah celah di antara dua gelandang Wolfsburg di tengah dengan barisan pertahanan Wolfsburg. Untungnya, Bayern memiliki seorang Mueller yang memiliki kemampuan sangat baik untuk memanfaatkan celah ini.

Kehadiran Mueller pada celah kosong tersebut semakin berdampak buruk bagi Wolfsburg. Salah satu bek tengah mereka, Dante, harus bergerak keluar dari posisinya untuk mengawal pergerakan Mueller. Kondisi ini tentu saja berakibat fatal karena menciptakan lubang di area pertahanan Wolfsburg, yang kemudian dimanfaatkan oleh Lewandowski untuk mengobrak-abrik pertahanan Wolfsburg dan mencetak gol.


[Celah kosong yang tercipta diantara lini tengah dan pertahanan Wolfsburg yang kemudian dimanfaatkan oleh Thomas Muller]

Kekacauan ini menjadi jalan bagi Bayern buat menguasai jalannya pertandingan. Wolfsburg pun gagal menutup kekurangan yang mereka hadapi pada babak kedua ini. Mereka bahkan terpancing untuk mengikuti tempo permainan Bayern dan seringkali dipaksa untuk melepas bola terlalu cepat. Wolfsburg pun tidak memiliki kesempatan untuk menciptakan peluang ke gawang Bayern.

Pindahnya poros permainan Bayern ke area bek juga membuat Wolfsburg semakin menaikkan garis pertahanan dan terpancing untuk menekan. Hal ini membuat area pertahanan Wolfsburg menjadi semakin buruk sehingga membuat Mueller dan Lewandowski bergantian untuk mengeksploitasi ruang kosong di antara lini Wolfsburg. Dari sini, terciptalah kelima gol yang membuat Bayern berpesta di Allianz Arena.

=====

* Dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.


Nuhun for visit Cara Bayern Membalikkan Keadaan dalam 10 Menit di Babak II

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar