Rabu, 16 September 2015

Berita Bola Bayern Unggul Telak atas Olympiakos yang Tetap Memiliki Peluang

Berita Bola Bayern Unggul Telak atas Olympiakos yang Tetap Memiliki Peluang

sumber berita Bayern Unggul Telak atas Olympiakos yang Tetap Memiliki Peluang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49e52c53/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C160C1646140C30A20A670A0C1480A0Cbayern0Eunggul0Etelak0Eatas0Eolympiakos0Eyang0Etetap0Ememiliki0Epeluang/story01.htm
Josep Guardiola, pelatih kepala Bayern Munich, mengincar start yang baik di musim ketiganya bersama kesebelasan tersukses sepanjang sejarah sepakbola Jerman tersebut.

Dalam dua musim pertamanya, pelatih kepala yang akrab disapa Pep tersebut selalu gagal di semifinal. Karenanya Pep ingin mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membawa Bayern keluar sebagai juara Champions League di musim ini, di musim terakhirnya bersama Bayern.

Perjalanan panjang menuju San Siro, tempat dilangsungkannya partai final pada 28 Mei 2016, dimulai dengan pertandingan tandang melawan juara Superleague Yunani dalam lima tahun terakhir: Olympiakos, di Stadion Georgios Karaiskakis.

"Kami tahu Olympiakos adalah kesebelasan yang sangat baik dengan catatan yang sangat baik – lagipula ini Champions League. Semua kesebelasan, pada dasarnya, sangat kuat," ujar Pep dalam sesi konferensi pers pra pertandingan.

"Saya telah mempelajari mereka dengan seksama. Olympiakos memiliki beberapa pemain yang sangat bagus seperti (Alejandro) Dominguez, (Esteban) Cambiasso. Mereka juga memiliki pertahanan yang sangat kuat. Mereka telah memenangi enam pertandingan kandang terakhir mereka di Champions League dan itu membuktikan banyak hal."

Di atas kertas, Bayern jauh lebih baik daripada Olympiakos. Namun, Pep mengambil langkah tepat dengan tidak menganggap remeh lawannya.
Olympiakos, yang sedang menjalani musim ke-17 mereka di Champions League, sekaligus musim kelima dalam lima musim terakhir, memiliki catatan yang tidak dapat dianggap remeh: Olympiakos memenangi enam pertandingan kandang terakhir mereka di Champions League. Termasuk di antara enam kemenangan dalam enam pertandingan kandang terakhir di Champions League tersebut adalah kemenangan atas Atletico Madrid, finalis musim 2013-14, dan Juventus, finalis musim lalu.

Selain memiliki catatan enam kemenangan dalam enam pertandingan kandang terakhir di ajang Champions League, Olympiakos juga belum terkalahkan di semua ajang sejak bulan April. Dalam 11 pertandingan resmi yang mereka jalani selama rentang waktu lebih dari lima bulan tersebut, Olympiakos tidak sekali pun menderita kekalahan.

Berbicara mengenai angka 11, Bayern juga memiliki catatan positif yang berhubungan dengan 11 pertandingan. Bayern tidak pernah kalah, tidak pula pernah bermain imbang dalam setiap pertandingan pertama mereka di Champions League dalam 11 musim terakhir. Dan dalam 11 pertandingan itu, Bayern hanya kebobolan dalam dua pertandingan.

Olympiakos dan Bayern sebenarnya sama saja. Keduanya memiliki catatan baik mereka masing-masing. Dan baik Olympiakos atau Bayern juga memiliki catatan baik yang berhubungan dengan pertandingan melawan kesebelasan-kesebelasan yang berasal dari negara asal lawan mereka kali ini; Olympiakos melawan kesebelasan Jerman, dan Bayern melawan kesebelasan Yunani.

Bayern tidak pernah kalah melawan kesebelasan asal Yunani. Dari tujuh pertandingan, Bayern mengantungi lima kemenangan. Olympiakos, sementara itu, mencatatkan kemenangan terbesar mereka di Champions League ketika berhadapan dengan kesebelasan Jerman. Olympiakos mengalahkan Bayer Leverkusen 6-2 di pertandingan pembuka Champions League 2002/03 lewat gol bunuh diri Thomas Kleine, tiga gol Predrag Dordevic, serta masing-masing satu gol dari Stelios Giannakopoulos dan Par Zetterberg.

Namun ketika bertemu dengan satu sama lain, Olympiakos tidak memiliki catatan yang sama baik dengan catatan-catatan yang sudah disebutkan di atas. Olympiakos dan Bayern pernah berjumpa di putaran pertama European Cup (Piala Champions) 1980-81. Bayern memenangi pertandingan kandang tiga gol tanpa balas dan menang di Yunani dengan skor 4-2. Kali ini, besar kemungkinan Olympiakos akan bernasib sama.

Kemungkinan Formasi dan Strategi

"Kami tidak memikirkan keuntungan atau kerugian," ujar manajer Olympiakos Marco Silva. "Kami akan memulai pertandingan dan mengerahkan kemampuan kami untuk meraih hasil yang kami inginkan. Kami tahu caranya bermain melawan kesebelasan-kesebelasan yang menguasai bola dan mengandalkan kecepatan."

"Kami harus siap memanfaatkan peluang yang kami miliki. Kami telah menganalisis dan mempelajari mereka dengan sangat saksama. Kami telah menyaksikan banyak pertandingan mereka. Kami mengetahui masalah cedera mereka, namun semua kesebelasan besar memiliki alternatif."

Seperti Pep Guardiola, Silva tidak salah. Olympiakos hanya kehilangan Andreas Bouchalakis, sementara Bayern akan bermain tanpa Mehdi Benatia, Holger Badstuber, Jan Kirchoff, Franck Ribery, dan Arjen Robben. Dua nama terakhir adalah kehilangan terbesar. Tapi Ribery sudah cedera sejak Maret dan pemain yang mengisi posisinya, Douglas Costa, terbukti dapat diandalkan.

Karena Robben juga tidak ada, Thomas Mueller kemungkinan besar akan didorong naik menjadi penyerang sayap kanan. Biasanya, dalam formasi 3-4-3, Mueller bermain di sisi paling kanan di lini tengah. Absennya Robben yang mendorong Mueller lebih naik juga akan membuat Philipp Lahm, yang biasanya bermain di sisi paling kanan di lini belakang, naik mengisi posisi Mueller. Pos yang ditinggalkan Lahm kemungkinan besar akan diisi Rafinha.



Olympiakos, kemungkinan besar, akan tetap bermain dalam formasi 4-2-3-1. Mengingat lawan yang dihadapi adalah Bayern Munchen, sangat masuk akal jika Silva memainkan dua gelandang yang fasih dalam bertahan sebagai poros ganda: Esteban Cambiasso dan Luka Milivojevic.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Olympiakos, lini depan Bayern akan membuat mereka kerepotan. Dan saat melawan Bayern, bermain dengan garis pertahanan tinggi adalah sebuah kesalahan.

Bertahan di kedalaman adalah pilihan terbaik Olympiakos karena Bayern memiliki lini tengah berisi pemain-pemain yang mahir mengirim umpan kunci. Di antara semua pemain Olympiakos, satu pemain yang sama sekali tidak boleh memberi ruang kepada lawannya adalah Omar Elabdellaoui. Pemain berkebangsaan Norwegia ini berhadapan langsung dengan Douglas Costa. Kecuali Elabdellaoui ingin mengalami nasib yang sama dengan Roberto Hilbert (bek sayap kanan Bayer Leverkusen yang menjadi alasan dari keberhasilan Bayern mencetak tiga gol ke gawang kesebelasannya), ia harus sebisa mungkin menutup ruang yang dapat dimanfaatkan oleh Silva.

Namun masalah Olympiakos bukan hanya Silva. Para pemain Bayern memang sedang tajam-tajamnya. Ketika Jerman mengalahkan Polandia di ajang kualifikasi Piala Eropa 2016, semua pencetak gol di pertandingan tersebut adalah pemain Bayern. Mario Goetze mencetak dua gol sementara Thomas Mueller dan Robert Lewandowski masing-masing mencetak satu gol. Selain itu, Lewandowski (10 gol) dan Mueller (8 gol) adalah dua pencetak gol terbanyak di kualifikasi Piala Eropa 2016.

Bertahan di kedalaman dan menyerang lewat serangan balik adalah satu-satunya pilihan Olympiakos. Terlepas dari semua keunggulan yang Bayern miliki, Olympiakos tetap memiliki peluang. Jika para pemain sayap mereka mampu mengirim umpan-umpan silang yang matang ke kotak penalti Bayern, Olympiakos memiliki peluang mencetak gol.

Brown Ideye, walau tingginya hanya 180 cm, di atas kertas dapat dengan mudah mengalahkan Rafinha dan David Alaba dalam duel udara. Yang ia perlukan hanyalah kecerdasan untuk menghindari Jerome Boateng.

Bayern, lagipula, bukan kesebelasan sempurna. Walau mahir menguasai bola, kesalahan tetap menjadi bagian dari permainan mereka. Lihatlah bagaimana Kevin Volland mencetak gol ke gawang Bayern dengan memanfaatkan kesalahan David Alaba.

Semuanya kini tergantung Olympiakos sendiri. Jika mereka siap memanfaatkan peluang-peluang langka yang ada, Olympiakos akan baik-baik saja.


====

* Dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



Nuhun for visit Bayern Unggul Telak atas Olympiakos yang Tetap Memiliki Peluang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar